← Surah
Asy-Syu'ara Surah ke-26
الشعراء

Asy-Syu'ara

Para Penyair   •   227 Ayat   •   Makkiyah

227 ayat ditampilkan
26 : 1
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ طسٓمٓ ﴿1﴾
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīn Mīm
26 : 2
تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ ﴿2﴾
Tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).
Inilah ayat-ayat Kitab (Alquran) yang jelas
26 : 3
لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌۭ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ ﴿3﴾
La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu'minīn(a).
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekkah) tidak beriman
26 : 4
إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةًۭ فَظَلَّتْ أَعْنَـٰقُهُمْ لَهَا خَـٰضِعِينَ ﴿4﴾
In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-samā'i āyatan fa ẓallat a‘nāquhum lahā khāḍi‘īn(a).
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya
26 : 5
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍۢ مِّنَ ٱلرَّحْمَـٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا۟ عَنْهُ مُعْرِضِينَ ﴿5﴾
Wa mā ya'tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānū ‘anhu mu‘riḍīn(a).
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Alquran yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya
26 : 6
فَقَدْ كَذَّبُوا۟ فَسَيَأْتِيهِمْ أَنۢبَـٰٓؤُا۟ مَا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ ﴿6﴾
Faqad każżabū fa saya'tīhim ambā'u mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Sungguh, mereka telah mendustakan (Alquran), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan
26 : 7
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلْأَرْضِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍۢ كَرِيمٍ ﴿7﴾
Awalam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā min kulli zaujin karīm(in).
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik
26 : 8
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿8﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 9
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿9﴾
Inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 10
وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ﴿10﴾
Wa iż nādā rabbuka mūsā ani'til-qaumaẓ-ẓālimīn(a).
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu
26 : 11
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ﴿11﴾
Qauma fir‘aun(a), alā yattaqūn(a).
(yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa
26 : 12
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ ﴿12﴾
Qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibūn(i).
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku
26 : 13
وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَـٰرُونَ ﴿13﴾
Wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārūn(a).
(sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar maka utuslah Harun582) (bersamaku)
26 : 14
وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌۭ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ ﴿14﴾
Wa lahum ‘alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulūn(i).
(Sebab aku berdosa terhadap mereka,583) maka aku takut mereka akan membunuhku
26 : 15
قَالَ كَلَّا ۖ فَٱذْهَبَا بِـَٔايَـٰتِنَآ ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ ﴿15﴾
Qāla kallā, fażhabā bi'āyātinā innā ma‘akum mustami‘ūn(a).
(Allah) berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan)
26 : 16
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿16﴾
Fa'tiyā fir‘auna faqūlā innā rasūlu rabbil-‘ālamīn(a).
maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakan, "Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam
26 : 17
أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿17﴾
An arsil ma‘anā banī isrā'īl(a).
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami
26 : 18
قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًۭا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ ﴿18﴾
Qāla alam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min ‘umurika sinīn(a).
Dia (Fir'aun) menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu
26 : 19
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ﴿19﴾
Wa fa‘alta fa‘latakal-latī fa‘alta wa anta minal-kāfirīn(a).
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan585) dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih
26 : 20
قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًۭا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿20﴾
Qāla fa‘altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn(a).
Dia (Musa) berkata, "Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf
26 : 21
فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًۭا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿21﴾
Fa farartu minkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja‘alanī minal-mursalīn(a).
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul
26 : 22
وَتِلْكَ نِعْمَةٌۭ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿22﴾
Wa tilka ni‘matun tamunnuhā ‘alayya an ‘abbatta banī isrā'īl(a).
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil
26 : 23
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿23﴾
Qāla fir‘aunu wa mā rabbul-‘ālamīn(a).
Fir'aun bertanya, "Siapa Tuhan seluruh alam itu
26 : 24
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ﴿24﴾
Qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya
26 : 25
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُۥٓ أَلَا تَسْتَمِعُونَ ﴿25﴾
Qāla liman ḥaulahū alā tastami‘ūn(a).
Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)
26 : 26
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿26﴾
Qāla rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn(a).
Dia (Musa) berkata, "(Dia) Tuhanmu dan dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu
26 : 27
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِىٓ أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌۭ ﴿27﴾
Qāla inna rasūlakumul-lażī ursila ilaikum lamajnūn(un).
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila
26 : 28
قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ ﴿28﴾
Qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, in kuntum ta‘qilūn(a).
Dia (Musa) berkata, "(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti
26 : 29
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذْتَ إِلَـٰهًا غَيْرِى لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ ٱلْمَسْجُونِينَ ﴿29﴾
Qāla la'inittakhażta ilāhan gairī la'aj‘alannaka minal-masjūnīn(a).
Dia (Fir'aun) berkata, "Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara
26 : 30
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَىْءٍۢ مُّبِينٍۢ ﴿30﴾
Qāla awalau ji'tuka bisyai'im mubīn(in).
Dia (Musa) berkata, "Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu (bukti) yang nyata
26 : 31
قَالَ فَأْتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿31﴾
Qāla fa'ti bihī in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Dia (Fir'aun) berkata, "Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar
26 : 32
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿32﴾
Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata
26 : 33
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ ﴿33﴾
Wa naza‘a yadahū fa iżā hiya baiḍā'u lin-nāẓirīn(a).
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya
26 : 34
قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِيمٌۭ ﴿34﴾
Qāla lil-mala'i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun ‘alīm(un).
Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai
26 : 35
يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِۦ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ ﴿35﴾
Yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrih(ī), fa māżā ta'murūn(a).
dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan
26 : 36
قَالُوٓا۟ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَٱبْعَثْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ﴿36﴾
Qālū arjih wa akhāhu wab‘aṡ fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).
Mereka menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir)
26 : 37
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍۢ ﴿37﴾
Ya'tūka bikulli saḥḥārin ‘alīm(in).
niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu
26 : 38
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَـٰتِ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ ﴿38﴾
Fa jumi‘as-saḥaratu limīqāti yaumim ma‘lūm(in).
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) di hari yang telah ditentukan
26 : 39
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ ﴿39﴾
Wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami‘ūn(a).
dan diumumkan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu semua
26 : 40
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ﴿40﴾
La‘allanā nattabi‘us-saḥarata in kānū humul-gālibīn(a).
agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang
26 : 41
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُوا۟ لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَـٰلِبِينَ ﴿41﴾
Falammā jā'as-saḥaratu qālū lifir‘auna a'inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, "Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang
26 : 42
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ ﴿42﴾
Qāla na‘am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn(a).
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (dariku)
26 : 43
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُوا۟ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ ﴿43﴾
Qāla lahum mūsā alqū mā antum mulqūn(a).
Dia (Musa) berkata kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan
26 : 44
فَأَلْقَوْا۟ حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا۟ بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ ٱلْغَـٰلِبُونَ ﴿44﴾
Fa alqau ḥibālahum wa ‘iṣiyyahum wa qālū bi‘izzati fir‘auna innā lanaḥnul-gālibūn(a).
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kemuliaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang
26 : 45
فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿45﴾
Fa alqā mūsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu
26 : 46
فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ ﴿46﴾
Fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn(a).
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud
26 : 47
قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿47﴾
Qālū āmannā birabbil-‘ālamīn(a).
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam
26 : 48
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ﴿48﴾
Rabbi mūsā wa hārūn(a).
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun
26 : 49
قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍۢ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿49﴾
Qāla āmantum lahū qabla an āżana lakum, innahū lakabīrukumul-lażī ‘allamakumus-siḥr(a), fa lasaufa ta‘lamūn(a), la'uqaṭṭi‘anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la'uṣallibannakum ajma'īn(a).
Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh akan aku salib semuanya
26 : 50
قَالُوا۟ لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ﴿50﴾
Qālū lā ḍair(a), innā ilā rabbinā munqalibūn(a).
Mereka berkata, "Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami
26 : 51
إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿51﴾
Innā naṭma‘u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn(a).
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena menjadi orang yang pertama-tama beriman
26 : 52
۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِىٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ﴿52﴾
Wa auḥainā ilā mūsā an asri bi‘ibādī innakum muttaba‘ūn(a).
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar
26 : 53
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَـٰشِرِينَ ﴿53﴾
Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya)
26 : 54
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَشِرْذِمَةٌۭ قَلِيلُونَ ﴿54﴾
Inna hā'ulā'i lasyirzimatun qalīlūn(a).
(Fir'aun berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil
26 : 55
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ ﴿55﴾
Wa innahum lanā lagā'iẓūn(a).
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita
26 : 56
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَـٰذِرُونَ ﴿56﴾
Wa innā lajamī‘un ḥāżirūn(a).
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada
26 : 57
فَأَخْرَجْنَـٰهُم مِّن جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ ﴿57﴾
Fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyūn(in).
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air
26 : 58
وَكُنُوزٍۢ وَمَقَامٍۢ كَرِيمٍۢ ﴿58﴾
Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia
26 : 59
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَـٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿59﴾
Każālik(a), wa auraṡnāhā banī isrā'īl(a).
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil
26 : 60
فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ ﴿60﴾
Fa atba‘ūhum musyriqīn(a).
Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit
26 : 61
فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ ﴿61﴾
Falammā tarā'al-jam‘āni qāla aṣḥābu mūsā innā lamudrakūn(a).
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Kita benar-benar akan tersusul
26 : 62
قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ ﴿62﴾
Qāla kallā, inna ma‘iya rabbī sayahdīn(i).
Dia (Musa) menjawab, "Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku
26 : 63
فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍۢ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ ﴿63﴾
Fa auḥainā ilā mūsā aniḍrib bi‘aṣākal-baḥr(a), fanfalaqa fa kāna kullu firqin kaṭ-ṭaudil ‘aẓīm(i).
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar
26 : 64
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿64﴾
Wa azlafnā ṡammal-ākharīn(a).
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain
26 : 65
وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ﴿65﴾
Wa anjainā mūsā wa mam ma‘ahū ajma‘īn(a).
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya
26 : 66
ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿66﴾
Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain
26 : 67
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿67﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 68
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿68﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 69
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَٰهِيمَ ﴿69﴾
Watlu ‘alaihim naba'a ibrāhīm(a).
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim
26 : 70
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ ﴿70﴾
Iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā ta‘budūn(a).
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah
26 : 71
قَالُوا۟ نَعْبُدُ أَصْنَامًۭا فَنَظَلُّ لَهَا عَـٰكِفِينَ ﴿71﴾
Qālū na‘budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn(a).
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya
26 : 72
قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ ﴿72﴾
Qāla hal yasma‘ūnakum iż tad‘ūn(a).
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)
26 : 73
أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ ﴿73﴾
Au yanfa‘ūnakum au yaḍurrūn(a).
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu
26 : 74
قَالُوا۟ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ ﴿74﴾
Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu
26 : 75
قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿75﴾
Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah
26 : 76
أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلْأَقْدَمُونَ ﴿76﴾
Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu
26 : 77
فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّۭ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿77﴾
Fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn(a).
sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam
26 : 78
ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ ﴿78﴾
Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i).
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku
26 : 79
وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ ﴿79﴾
Wal-lażī huwa yuṭ‘imunī wa yasqīn(i).
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku
26 : 80
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ ﴿80﴾
Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku
26 : 81
وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ ﴿81﴾
Wal-lażī yumītunī ṡumma yuḥyīn(i).
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)
26 : 82
وَٱلَّذِىٓ أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيٓـَٔتِى يَوْمَ ٱلدِّينِ ﴿82﴾
Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).
dan Yang sangat ku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat
26 : 83
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ﴿83﴾
Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).
(Ibrahim berdoa), "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh
26 : 84
وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍۢ فِى ٱلْـَٔاخِرِينَ ﴿84﴾
Waj‘al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn(a).
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian
26 : 85
وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ﴿85﴾
Waj‘alnī miw waraṡati janatin na‘īm(i).
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan
26 : 86
وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿86﴾
Wagfir li'abī innahū kāna minaḍ-ḍāllīn(a).
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat
26 : 87
وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ ﴿87﴾
Wa lā tukhzinī yauma yub‘aṡūn(a).
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan
26 : 88
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ ﴿88﴾
Yauma lā yanfa‘u māluw wa lā banūn(a).
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna
26 : 89
إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍۢ سَلِيمٍۢ ﴿89﴾
Illā man atallāha biqalbin salīm(in).
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih
26 : 90
وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿90﴾
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa
26 : 91
وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ﴿91﴾
Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn(a).
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat
26 : 92
وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ﴿92﴾
Wa qīla lahum ainamā kuntum ta‘budūn(a).
dan dikatakan kepada mereka, "Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah
26 : 93
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ ﴿93﴾
Min dūnillāh(i), hal yanṣurūnakum au yantaṣirūn(a).
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri
26 : 94
فَكُبْكِبُوا۟ فِيهَا هُمْ وَٱلْغَاوُۥنَ ﴿94﴾
Fa kubkibū fīhā hum wal-gāwūn(a).
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat
26 : 95
وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ﴿95﴾
Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).
dan bala tentara Iblis semuanya
26 : 96
قَالُوا۟ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ﴿96﴾
Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka)
26 : 97
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ﴿97﴾
Tallāhi in kunnā lafī ḍalālim mubīn(in).
Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata
26 : 98
إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿98﴾
Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam
26 : 99
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ ﴿99﴾
Wa mā aḍallanā illal-mujrimūn(a).
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa
26 : 100
فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِينَ ﴿100﴾
Famā lanā min syāfi‘īn(a).
Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong)
26 : 101
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍۢ ﴿101﴾
Wa lā ṣadīqin ḥamīm(in).
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab
26 : 102
فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةًۭ فَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿102﴾
Falau anna lanā karratan fa nakūna minal-mu'minīn(a).
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman
26 : 103
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿103﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 104
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿104﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 105
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿105﴾
Każżabat qaumu nūḥinil-mursalīn(a).
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul
26 : 106
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿106﴾
Iż qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa
26 : 107
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿107﴾
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu
26 : 108
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿108﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 109
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿109﴾
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam
26 : 110
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿110﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 111
۞ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ﴿111﴾
Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina
26 : 112
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ﴿112﴾
Qāla wa mā ‘ilmī bimā kānū ya‘malūn(a).
Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan
26 : 113
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ﴿113﴾
In ḥisābuhum illā ‘alā rabbī lau tasy‘urūn(a).
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari
26 : 114
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿114﴾
Wa mā ana biṭāridil-mu'minīn(a).
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman
26 : 115
إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌۭ ﴿115﴾
In ana illā nażīrum mubīn(un).
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas
26 : 116
قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ ﴿116﴾
Qālū la'illam tantahi yā nūḥu latakūnanna minal-marjūmīn(a).
Mereka berkata, "Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)
26 : 117
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ ﴿117﴾
Qāla rabbi inna qaumī każżabūn(i).
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku
26 : 118
فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًۭا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿118﴾
Faftaḥ bainī wa bainahum fatḥaw wa najjinī wa mam ma‘iya minal-mu'minīn(a).
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku
26 : 119
فَأَنجَيْنَـٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ ﴿119﴾
Fa anjaināhu wa mam ma‘ahū fil-fulkil-masyḥūn(i).
Kemudian Kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan
26 : 120
ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ ٱلْبَاقِينَ ﴿120﴾
Ṡumma agraqnā ba‘dul-bāqīn(a).
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal
26 : 121
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿121﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 122
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿122﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha penyayang
26 : 123
كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿123﴾
Każżabat ‘ādunil-mursalīn(a).
(Kaum) 'Ād telah mendustakan para rasul
26 : 124
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿124﴾
Iż qāla lahum akhūhum hūdun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa
26 : 125
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿125﴾
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu
26 : 126
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿126﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 127
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿127﴾
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam
26 : 128
أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةًۭ تَعْبَثُونَ ﴿128﴾
Atabnūna bikulli rī‘in āyatan ta‘baṡūn(a).
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati
26 : 129
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ ﴿129﴾
Wa tattakhiżūna maṣāni‘a la‘allakum takhludūn(a).
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal
26 : 130
وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ ﴿130﴾
Wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn(a).
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis
26 : 131
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿131﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 132
وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِىٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ ﴿132﴾
Wattaqul-lażī amaddakum bimā ta‘lamūn(a).
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui
26 : 133
أَمَدَّكُم بِأَنْعَـٰمٍۢ وَبَنِينَ ﴿133﴾
Amaddakum bi'an‘āmiw wa banīn(a).
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak
26 : 134
وَجَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ ﴿134﴾
Wa jannātiw wa ‘uyūn(in).
dan kebun-kebun, dan mata air
26 : 135
إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ ﴿135﴾
Innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar
26 : 136
قَالُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٰعِظِينَ ﴿136﴾
Qālū sawā'un ‘alainā awa‘aẓta am lam takum minal-wā‘iẓīn(a).
Mereka menjawab, "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat
26 : 137
إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿137﴾
In hāżā illā khuluqul-awwalīn(a).
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu
26 : 138
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿138﴾
Wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).
dan kami (sama sekali) tidak akan di azab
26 : 139
فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَـٰهُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿139﴾
Fa każżabūhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 140
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿140﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 141
كَذَّبَتْ ثَمُودُ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿141﴾
Każżabat ṡamūdul-mursalīn(a).
Kaum Samud telah mendustakan para rasul
26 : 142
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَـٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿142﴾
Iż qāla lahum akhūhum ṣāliḥun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa
26 : 143
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿143﴾
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu
26 : 144
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿144﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 145
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿145﴾
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan ini, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam
26 : 146
أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَـٰهُنَآ ءَامِنِينَ ﴿146﴾
Atutrakūna fīmā hāhunā āminīn(a).
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman
26 : 147
فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍۢ ﴿147﴾
Fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
di dalam kebun-kebun dan mata air
26 : 148
وَزُرُوعٍۢ وَنَخْلٍۢ طَلْعُهَا هَضِيمٌۭ ﴿148﴾
Wa zurū‘iw wa nakhlin ṭal‘uhā haḍīm(un).
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut
26 : 149
وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًۭا فَـٰرِهِينَ ﴿149﴾
Wa tanḥitūna minal-jibāli buyūtan fārihīn(a).
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah
26 : 150
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿150﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 151
وَلَا تُطِيعُوٓا۟ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ ﴿151﴾
Wa lā tuṭī‘ū amral-musrifīn(a).
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas
26 : 152
ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ ﴿152﴾
Allażīna yufsidūna fil-arḍi wa lā yaṣliḥūn(a).
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan
26 : 153
قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ﴿153﴾
Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).
Mereka berkata, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir
26 : 154
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿154﴾
Mā anta illā basyarum miṡlunā, fa'ti bi'āyatin in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah suatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar
26 : 155
قَالَ هَـٰذِهِۦ نَاقَةٌۭ لَّهَا شِرْبٌۭ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍۢ مَّعْلُومٍۢ ﴿155﴾
Qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma‘lūm(in).
Dia (Saleh) menjawab, "Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan
26 : 156
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍۢ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ ﴿156﴾
Wa lā tamassūhā bisū'in fa ya'khużakum ‘ażābu yaumin ‘aẓīm(in).
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan jahat, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat
26 : 157
فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا۟ نَـٰدِمِينَ ﴿157﴾
Fa ‘aqarūhā fa aṣbaḥū nādimīn(a).
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal
26 : 158
فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿158﴾
Fa akhażahumul-‘ażāb(u), inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 159
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿159﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 160
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿160﴾
Każżabat qaumu lūṭinil-mursalīn(a).
Kaum Luṭ telah mendustakan para rasul
26 : 161
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿161﴾
Iż qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūn(a).
ketika saudara mereka Luṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa
26 : 162
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿162﴾
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu
26 : 163
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿163﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 164
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿164﴾
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam
26 : 165
أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿165﴾
Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a).
Mengapa kamu mendatangi kaum laki-laki dari manusia (berbuat homoseks)
26 : 166
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ ﴿166﴾
Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas
26 : 167
قَالُوا۟ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُخْرَجِينَ ﴿167﴾
Qālū la'illam tantahi yā lūṭu latakūnanna minal-mukhrajīn(a).
Mereka menjawab, "Wahai Luṭ! Jika engkau tidak berhenti, tentu engkau termasuk orang-orang yang terusir
26 : 168
قَالَ إِنِّى لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلْقَالِينَ ﴿168﴾
Qāla innī li‘amalikum minal-qālīn(a).
Dia (Luṭ) berkata, "Aku sungguh benci kepada perbuatanmu
26 : 169
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ ﴿169﴾
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn(a).
(Luṭ berdoa), "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan
26 : 170
فَنَجَّيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ ﴿170﴾
Fa najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua
26 : 171
إِلَّا عَجُوزًۭا فِى ٱلْغَـٰبِرِينَ ﴿171﴾
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang ditinggal
26 : 172
ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْـَٔاخَرِينَ ﴿172﴾
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian Kami binasakan yang lain
26 : 173
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ ﴿173﴾
Wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā(n), fa sā'a maṭarul-munżarīn(a).
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu
26 : 174
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿174﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 175
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿175﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 176
كَذَّبَ أَصْحَـٰبُ لْـَٔيْكَةِ ٱلْمُرْسَلِينَ ﴿176﴾
Każżaba aṣḥābul-aikatil-mursalīn(a).
(Penduduk Aikah590) telah mendustakan para rasul
26 : 177
إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿177﴾
Iż qāla lahum syu‘aibun alā tattaqūn(a).
ketika Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa
26 : 178
إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ ﴿178﴾
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu
26 : 179
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿179﴾
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
26 : 180
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿180﴾
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan ini; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam
26 : 181
۞ أَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُخْسِرِينَ ﴿181﴾
Auful-kaila wa lā takūnū minal-mukhsirīn(a).
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain
26 : 182
وَزِنُوا۟ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ ﴿182﴾
Wazinū bil-qisṭāsil-mustaqīm(i).
dan timbanglah dengan timbangan yang benar
26 : 183
وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ﴿183﴾
Wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā'ahum wa lā ta‘ṡau fil-arḍi mufsidīn(a).
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi
26 : 184
وَٱتَّقُوا۟ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلْجِبِلَّةَ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿184﴾
Wattaqul-lażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn(a).
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu
26 : 185
قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ ﴿185﴾
Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).
Mereka berkata, "Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir
26 : 186
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌۭ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ ﴿186﴾
Wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn(a).
dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta
26 : 187
فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ﴿187﴾
Fa asqiṭ ‘alainā kisafam minas-samā'i in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar
26 : 188
قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿188﴾
Qāla rabbī a‘lamu bimā ta‘malūn(a).
Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan
26 : 189
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿189﴾
Fa każżabūhu fa akhażahum ‘ażābu yaumiẓ-ẓullah(ti), innahū kāna ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).
Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat
26 : 190
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ ﴿190﴾
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman
26 : 191
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿191﴾
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang
26 : 192
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿192﴾
Wa innahū latanzīlu rabbil-‘ālamīn(a).
Dan sungguh, (Alquran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam
26 : 193
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ﴿193﴾
Nazala bihir rūḥul-amīn(u).
Yang dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-Amīn (Jibril)
26 : 194
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ﴿194﴾
‘Alā qalbika litakūna minal-munżirīn(a).
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan
26 : 195
بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّۢ مُّبِينٍۢ ﴿195﴾
Bilisānin ‘arabiyyim mubīn(in).
dengan bahasa Arab yang jelas
26 : 196
وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ ﴿196﴾
Wa innahū lafī zuburil-awwalīn(a).
Dan sungguh, (Alquran) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu
26 : 197
أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَـٰٓؤُا۟ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ﴿197﴾
Awalam yakul lahum āyatan ay ya‘lamahū ‘ulamā'u banī isrā'īl(a).
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya
26 : 198
وَلَوْ نَزَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ ﴿198﴾
Wa lau nazzalnāhū ‘alā ba‘ḍil-a‘jamīn(a).
Dan seandainya (Alquran) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab
26 : 199
فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ ﴿199﴾
Fa qara'ahū ‘alaihim mā kānū bihī mu'minīn(a).
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya
26 : 200
كَذَٰلِكَ سَلَكْنَـٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ ﴿200﴾
Każālika salaknāhu fī qulūbil-mujrimīn(a).
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa
26 : 201
لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ ﴿201﴾
Lā yu'minūna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm(a).
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih
26 : 202
فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةًۭ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿202﴾
Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy‘urūn(a).
maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya
26 : 203
فَيَقُولُوا۟ هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ ﴿203﴾
Fa yaqūlū hal naḥnu munẓarūn(a).
lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan waktu
26 : 204
أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ ﴿204﴾
Afa bi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat
26 : 205
أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَـٰهُمْ سِنِينَ ﴿205﴾
Afa ra'aita im matta‘nāhum sinīn(a).
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun
26 : 206
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُوا۟ يُوعَدُونَ ﴿206﴾
Ṡumma jā'ahum mā kānū yū‘adūn(a).
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka
26 : 207
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يُمَتَّعُونَ ﴿207﴾
Mā agnā ‘anhum mā kānū yumatta‘ūn(a).
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan
26 : 208
وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ ﴿208﴾
Wa mā ahlaknā min qaryatin illā lahā munżirūn(a).
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya
26 : 209
ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ ﴿209﴾
Żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn(a).
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim
26 : 210
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ ٱلشَّيَـٰطِينُ ﴿210﴾
Wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn(u).
Dan (Alquran) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan
26 : 211
وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿211﴾
Wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī‘ūn(a).
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Alquran itu), dan mereka pun tidak akan sanggup
26 : 212
إِنَّهُمْ عَنِ ٱلسَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ ﴿212﴾
Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zūlūn(a).
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan
26 : 213
فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ ﴿213﴾
Falā tad‘u ma‘allāhi ilāhan ākhara fa takūna minal-mu‘ażżabīn(a).
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang di azab
26 : 214
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ ﴿214﴾
Wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn(a).
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat
26 : 215
وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿215﴾
Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu
26 : 216
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تَعْمَلُونَ ﴿216﴾
Fa in ‘aṣauka faqul innī barī'um mimmā ta‘malūn(a).
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan
26 : 217
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿217﴾
Wa tawakkal ‘alal-‘azīzir-raḥīm(i).
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha penyayang
26 : 218
ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ﴿218﴾
Allażī yarāka ḥīna taqūm(u).
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat)
26 : 219
وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ ﴿219﴾
Wa taqallubaka fis-sājidīn(a).
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud
26 : 220
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ﴿220﴾
Innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui
26 : 221
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَـٰطِينُ ﴿221﴾
Hal unabbi'ukum ‘alā man tanazzalusy-syayāṭīn(u).
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun
26 : 222
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍۢ ﴿222﴾
Tanazzalu ‘alā kulli affākin aṡīm(in).
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa
26 : 223
يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَـٰذِبُونَ ﴿223﴾
Yulqūnas-sam‘a wa akṡaruhum kāżibūn(a).
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta
26 : 224
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلْغَاوُۥنَ ﴿224﴾
Wasy-syu‘arā'u yattabi‘uhumul-gāwūn(a).
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat
26 : 225
أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِى كُلِّ وَادٍۢ يَهِيمُونَ ﴿225﴾
Alam tara annahum fī kulli wādiy yahīmūn(a).
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah
26 : 226
وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ ﴿226﴾
Wa annahum yaqūlūna mā lā yaf‘alūn(a).
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)
26 : 227
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱنتَصَرُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا۟ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَىَّ مُنقَلَبٍۢ يَنقَلِبُونَ ﴿227﴾
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarū mim ba‘di mā ẓulimū, wa saya‘lamul-lażīna ẓalamū ayya munqalabiy yanqalibūn(a).
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali